JANJI
Tiap titian yang kupijak
Tiap senyuman yang menyapa
Tiap tangisan dan tertawa
Aku hanya masih mendengar janjinya
Hampir saja aku menepi
Hampir saja aku racuni
Hampir saja aku mati
Yang kurasa masih memegang janjinya
Terus terang saja
Sampai diujung harapan dan pesakitan
aku masih terus melagukan janjinya
Aku yang terbang dengan sinarnya...
Aku yang goyah oleh desirnya...
Aku yang mengoyak semua harumnya...
Karena kurasa dia berjanji...
kan selalu ada walau waktu termakan hal yang tak perlu....
Dia yang kutemu tak bernafas....
Dia yang kusentuh tanpa raga....
Dia yang kudekap dengan kedua sayap...
Tanpa sapaan dia mengucap
“aku ingin melihatmu dalam tidur lelapku”
Aku dan dia.....
Entah mengapa.....
Tertemu satu titik....
Bahwa janjimu akan tertepati sampai ku mati....
Khamis, 15 September 2011
Khamis, 8 September 2011
Aku pun berlari
mata bulatku menyeruak pagi
menahan dingin diantara embun pagi
menatap warna hari yang biaskan cahaya matahari
indahnya siluet sang surya
di balik awan putih
mengekang senyumku tak berhenti mengecup rasa
alam yang syurgawi
hati yang bersih tiada pedih perih
inikah tanda kebahagiaan melingkari
inikah rasa yang terpatri
saat pagi kembali bersemi
aku pun berkenan menata hati
membersihkan ia dari jelaga hitam
yang sempat menyinggahi
aku melayang dalam cinta illahi
AIN SAGA
mata bulatku menyeruak pagi
menahan dingin diantara embun pagi
menatap warna hari yang biaskan cahaya matahari
indahnya siluet sang surya
di balik awan putih
mengekang senyumku tak berhenti mengecup rasa
alam yang syurgawi
hati yang bersih tiada pedih perih
inikah tanda kebahagiaan melingkari
inikah rasa yang terpatri
saat pagi kembali bersemi
aku pun berkenan menata hati
membersihkan ia dari jelaga hitam
yang sempat menyinggahi
aku melayang dalam cinta illahi
AIN SAGA
Rabu, 7 September 2011
DOA
Tuhan yang Maha Esa
Dan kami berserah kepadaNya
Tiada Tuhan yang disembah selainNya
Kami tidak menyerah selain kepadaNya
Kami mengikhlaskan tunduk kepada Nya
Walaupun dibenci oleh org musyrik
Tiada Tuhan selain Allah
Tuhan kami dan Tuhan nenek moyang kami
Yang terdahulu
Tiada Tuhan yang disembah selain ALLAH
Tuhan yang Esa, Tuhan yang Esa, Tuhan yang Esa
Dia telah menunaikan janji-Nya
Dia telah memenangkan hamba-Nya
Dia telah memuliakan tentera-Nya
Dan Dia telah mengalahkan musuh-Nya berseorangan
Tuhan yang Esa, Tuhan yang Esa, Tuhan yang Esa
Dia telah menunaikan janji-Nya
Dia telah memenangkan hamba-Nya
Dia telah memuliakan tentera-Nya
Dan Dia telah mengalahkan musuh-Nya berseorangan
Bagi ALLAH segala kerajaan, bagi segala pujian
Dia yang menghidupkan dan mematikan
Dia yang mematikan dan menghidupkan
Sedangkan Dia Maha Hidup dan tidak mati
Dalam segala kekuasaan dan kebajikan
Dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu
ALLAH Maha Besar.
Dia yang menghidupkan dan mematikan
Dia yang mematikan dan menghidupkan
Sedangkan Dia Maha Hidup dan tidak mati
Dalam segala kekuasaan dan kebajikan
Dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu
ALLAH Maha Besar.
AKU MELIHAT
aku melihat
wajahnya sayu
seakan menelan kepahitan
yang tak tertanggung
ku lihat matanya
mengalir
titisan jernih membasah pipi
yang dibiarkan kering sendiri
ku melihat ada sesuatu
yang hilang dari jiwanya
sesuatu yang berharga
yang disayang..
yang dibina sekian lama
ku lihat dengan berharap
dia mendapat kembali
sesuatu yang telah
hilang dari dirinya
wajahnya sayu
seakan menelan kepahitan
yang tak tertanggung
ku lihat matanya
mengalir
titisan jernih membasah pipi
yang dibiarkan kering sendiri
ku melihat ada sesuatu
yang hilang dari jiwanya
sesuatu yang berharga
yang disayang..
yang dibina sekian lama
ku lihat dengan berharap
dia mendapat kembali
sesuatu yang telah
hilang dari dirinya
Ahad, 4 September 2011
PUISIMU
Aku sepi
Tanpa puisimu
Tanpa bicara indahmu
Kau bicara lewat puisi
yang berlagu merdu
indah menawan hatiku
dan akulah memuja
puisi indahmu
Dimanakah kau kini
Mengapa menyepi
Dimana suaramu
Bicaramu..
Puisimu..
Tanpa puisimu
Tanpa bicara indahmu
Kau bicara lewat puisi
yang berlagu merdu
indah menawan hatiku
dan akulah memuja
puisi indahmu
Dimanakah kau kini
Mengapa menyepi
Dimana suaramu
Bicaramu..
Puisimu..
MADAH CINTA
Permulaan cinta adalah
membiarkan insan yang kamu cintai
menjadi dirinya sendiri,
tanpa merubahnya
menjadi seperti yang kamu inginkan.
Jika tidak, kamu hanya mencintai
pantulan diri sendiri
yang kamu temukan di dalam dirinya.
membiarkan insan yang kamu cintai
menjadi dirinya sendiri,
tanpa merubahnya
menjadi seperti yang kamu inginkan.
Jika tidak, kamu hanya mencintai
pantulan diri sendiri
yang kamu temukan di dalam dirinya.
Jumaat, 2 September 2011
MEMORI
Indah sungguh pertemuan itu
Segalanya masih utuh
disanubari ini
Antara kenangan lalu
dan indahnya sebuah perhubungan
Kekal dilipatan sejarah..
Akan aku abadikan sealamanya
Akan aku catit ia
menjadi sebuah
memori indah dihatiku
buat selamanya...
sebagai diari hatiku
Segalanya masih utuh
disanubari ini
Antara kenangan lalu
dan indahnya sebuah perhubungan
Kekal dilipatan sejarah..
Akan aku abadikan sealamanya
Akan aku catit ia
menjadi sebuah
memori indah dihatiku
buat selamanya...
sebagai diari hatiku
Langgan:
Catatan (Atom)